Arti Nama Dalam Islam

Oleh: Aus Hidayat

dakwatuna.com – Di antara keistimewaan agama Islam adalah namanya.
Berbeda dengan agama lain, nama agama ini bukan berasal dari nama
pendirinya atau nama tempat penyebarannya. Tapi, nama Islam
menunjukkan sikap dan sifat pemeluknya terhadap Allah.

Yang memberi nama Islam juga bukan seseorang, bukan pula suatu
masyarakat, tapi Allah Ta’ala, Pencipta alam semesta dan segala
isinya. Jadi, Islam sudah dikenal sejak sebelum kedatangan Nabi
Muhammad saw. dengan nama yang diberikan Allah.

Islam berasal dari kata salima yuslimu istislaam –artinya tunduk atau
patuh– selain yaslamu salaam –yang berarti selamat, sejahtera, atau
damai. Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian:
islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk
secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (suci dan bersih),
salaam (selamat sejahtera), dan silm (tenang dan damai). Semua
pengertian itu digunakan Alquran seperti di ayat-ayat berikut ini.

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas
menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan,
dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim
menjadi kesayangan-Nya. (An-Nisa’: 125)

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal
kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi,
baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka
dikembalikan. (Ali Imran: 83)

Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.
(Asy-Syu’araa’: 89)

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami itu datang
kepadamu, Maka Katakanlah: “Salaamun alaikum (Mudah-mudahan Allah
melimpahkan kesejahteraan atas kamu).” Tuhanmu Telah menetapkan atas
Diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat
kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat
setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, Maka Sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-An’am: 54)

Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan
Allah pun bersamamu dan dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala
amal-amalmu. (Muhammad: 35)

Sementara sebagai istilah, Islam memiliki arti: tunduk dan menerima
segala perintah dan larangan Allah yang terdapat dalam wahyu yang
diturunkan Allah kepada para Nabi dan Rasul yang terhimpun di dalam
Alquran dan Sunnah. Manusia yang menerima ajaran Islam disebut muslim.
Seorang muslim mengikuti ajaran Islam secara total dan perbuatannya
membawa perdamaian dan keselamatan bagi manusia. Dia terikat untuk
mengimani, menghayati, dan mengamalkan Alquran dan Sunnah.

Kalimatul Islam (kata Al-Islam) mengandung pengertian dan
prinsip-prinsip yang dapat didefinisikan secara terpisah dan bila
dipahami secara menyeluruh merupakan pengertian yang utuh.

1. Islam adalah Ketundukan

Allah menciptakan alam semesta, kemudian menetapkan manusia sebagai
hambaNya yang paling besar perannya di muka bumi. Manusia berinteraksi
dengan sesamanya, dengan alam semesta di sekitarnya, kemudian berusaha
mencari jalan untuk kembali kepada Penciptanya. Tatkala salah
berinteraksi dengan Allah, kebanyakan manusia beranggapan alam sebagai
Tuhannya sehingga mereka menyembah sesuatu dari alam. Ada yang
menduga-duga sehingga banyak di antara mereka yang tersesat. Ajaran
yang benar adalah ikhlas berserah diri kepada Pencipta alam yang
kepada-Nya alam tunduk patuh berserah diri (An-Nisa: 125). Maka, Islam
identik dengan ketundukan kepada sunnatullah yang terdapat di alam
semesta (tidak tertulis) maupun Kitabullah yang tertulis (Alquran).

2. Islam adalah Wahyu Allah

Dengan kasih sayangnya, Allah menurunkan Ad-Dien (aturan hidup) kepada
manusia. Tujuannya agar manusia hidup teratur dan menemukan jalan yang
benar menuju Tuhannya. Aturan itu meliputi seluruh bidang kehidupan:
politik, hukum, sosial, budaya, dan sebagainya. Dengan demikian,
manusia akan tenteram dan damai, hidup rukun, dan bahagia dengan
sesamanya dalam naungan ridha Tuhannya (Al-Baqarah: 38).

Karena kebijaksanaan-Nya, Allah tidak menurunkan banyak agama. Dia
hanya menurunkan Islam. Agama selain Islam tidak diakui di sisi Allah
dan akan merugikan penganutnya di akhirat nanti.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah
datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di
antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka
sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Ali Imran: 19)

Islam merupakan satu-satunya agama yang bersandar kepada wahyu Allah
secara murni. Artinya, seluruh sumber nilai dari nilai agama ini
adalah wahyu yang Allah turunkan kepada para Rasul-Nya terdahulu.
Dengan kata lain, setiap Nabi adalah muslim dan mengajak kepada ajaran
Islam. Ada pun agama-agama yang lain, seperti Yahudi dan Nasrani,
adalah penyimpangan dari ajaran wahyu yang dibawa oleh para nabi tersebut.

3. Islam adalah Agama Para Nabi dan Rasul

Perhatikan kesaksian Alquran berikut ini bahwa Nabi Ibrahim adalah
muslim, bukan Yahudi atau pun Nasrani.

Dan Ibrahim Telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian
pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah
Telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam
memeluk agama Islam”. (Al-Baqarah: 132)

Nabi-nabi lain pun mendakwahkan ajaran Islam kepada manusia. Mereka
mengajarkan agama sebagaimana yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hanya
saja, dari segi syariat (hukum dan aturan) belum selengkap yang
diajarkan Nabi Muhammad saw. Tetapi, ajaran prinsip-prinsip keimanan
dan akhlaknya sama. Nabi Muhammad saw. datang menyempurnakan ajaran
para Rasul, menghapus syariat yang tidak sesuai dan menggantinya
dengan syariat yang baru.

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan
kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub,
dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para
nabi dari Tuhan mereka. kami tidak membeda-bedakan seorangpun di
antara mereka dan Hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.” (Ali
Imran: 84)

Menurut pandangan Alquran, agama Nasrani yang ada sekarang ini adalah
penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Isa a.s. Nama agama
ini sesuai nama suku yang mengembangkannya. Isinya jauh dari Kitab
Injil yang diajarkan Isa a.s.. Agama Yahudi pun telah menyimpang dari
ajaran Islam yang dibawa Nabi Musa a.s.. Diberi nama dengan nama salah
satu Suku Bani Israil, Yahuda. Kitab Suci Taurat mereka campur aduk
dengan pemikiran para pendeta dan ajarannya ditinggalkan.

4. Islam adalah Hukum-hukum Allah di dalam Alquran dan Sunnah

Orang yang ingin mengetahui apa itu Islam hendaknya melihat Kitabullah
Alquran dan Sunnah Rasulullah. Keduanya, menjadi sumber nilai dan
sumber hukum ajaran Islam. Islam tidak dapat dilihat pada perilaku
penganut-penganutnya, kecuali pada pribadi Rasulullah saw. dan para
sahabat beliau. Nabi Muhammad saw. bersifat ma’shum (terpelihara dari
kesalahan) dalam mengamalkan Islam.

Beliau membangun masyarakat Islam yang terdiri dari para sahabat yang
langsung terkontrol perilakunya oleh Allah dan Rasul-Nya. Jadi, para
sahabat Nabi tidaklah ma’shum bagaimana Nabi, tapi mereka istimewa
karena merupakan pribadi-pribadi dididik langsung Nabi Muhammad. Islam
adalah akidah dan ibadah, tanah air dan penduduk, rohani dan amal,
Alquran dan pedang. Pemahaman yang seperti ini telah dibuktikan dalam
hidup Nabi, para sahabat, dan para pengikut mereka yang setia
sepanjang zaman.

5. Islam adalah Jalan Allah Yang Lurus

Islam merupakan satu-satunya pedoman hidup bagi seorang muslim.
Baginya, tidak ada agama lain yang benar selain Islam. Karena ini
merupakan jalan Allah yang lurus yang diberikan kepada orang-orang
yang diberi nikmat oleh Allah.

Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka
ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang
demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (Al-An’am: 153)

Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan)
dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu
ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui. (Al-Jaatsiyah: 18)

6. Islam Pembawa Keselamatan Dunia dan Akhirat

Sebagaimana sifatnya yang bermakna selamat sejahtera, Islam
menyelamatkan hidup manusia di dunia dan di akhirat.

Keselamatan dunia adalah kebersihan hati dari noda syirik dan
kerusakan jiwa. Sedangkan keselamatan akhirat adalah masuk surga yang
disebut Daarus Salaam.

Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang
yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (Yunus: 25)

Dengan enam prinsip di atas, kita dapat memahami kemuliaan dan
keagungan ajaran agama Allah ini. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Islam
itu tinggi dan tidak ada kerendahan di dalamnya.” Sebagai ajaran,
Islam tidak terkalahkan oleh agama lain. Maka, setiap muslim wajib
meyakini kelebihan Islam dari agama lain atau ajaran hidup yang lain.
Allah sendiri memberi jaminan.

Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah
Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi
agama bagimu. (Al-Maa-idah: 3)

http://www.dakwatuna.com/2007/arti-nama-islam/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: